Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Topik kita kali ini adalah Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!. Setelah menghilangkan batasan-batasan yang menghambat langkah untuk jadi wirausaha, Anda bisa saja menjadi lebih siap untuk terjun ke bidang usaha. Namun, tak jarang Anda mendengar hal-hal yang memudarkan keberanian Anda, mitos-mitos yang memicu Anda jadi berpikir ulang.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Mitos apa sajakah itu dan seberapa besar kebenarannya?

Mitos 1 : Usaha kecil cuma memberikan keuntungan yang tidak berarti

Usaha kecil tidak senantiasa membuahkan keuntungan yang kecil juga. Hal ini bergantung dari kerja kerasnya. Berikut misal usaha kecil yang membuahkan keuntungan bermakna yaitu:

Pedagang ikan lele dan pedagang daun pisang

Ada seorang pengusaha dari Balikpapan yang tiap kala jalankan penyebrangan. Dia mengemudikan mobil pick up bersama dengan mempunyai tumpukan daun pisang dan ikan lele di dalam jerigen plastik ukuran 25 liter. Pebisnis ini mampu menjual 50 ikat daun pisang besar.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Beliau belanja daun pisang di Long Ikis (daerah transmigrasi) Rp 7.500 per kuncir besar, menjual di Balikpapan bersama dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per ikat. Itu artinya beruntung kotornya 50 x Rp (Rp 7.500 – Rp 17.500).

Sedangkan untuk ikan lele yang dibeli bersama dengan harga Rp 6.000 per kg dan dijual dengan harga Rp 13.000 per kg. Bila dihitung keuntungan berasal dari keduanya sehabis dikurangi transportasi, sanggup kira-kira Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Lumayan besar bukan!

Tukang sayur keliling

Contoh lain usaha kecil yang mengimbuhkan keuntungan artinya adalah berdagang sayur keliling di kompleks. Sang tukang sayur berangkat berasal dari tempat tinggal jam 5 atau 6 pagi ke pasar, lantas keliling kompleks perumahan menjajakan sayur sampai kira-kira jam 10. Dalam sehari, bersama modal Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dia bisa beroleh keuntungan sampai 30% (sekitar Rp 100.000).

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Jumlah yang cukup untuk mendukung kehidupan keluarganya, terbukti motor dinasnya di pagi hari, Honda Bebek, beralih menjadi Honda Tiger selagi dia mengajak jalan­jalan istri dan anak­anaknya di sore hari. Luar biasa.

Jadi usaha kecil tidak selamanya membuahkan keuntungan yang tidak berarti.

Mitos 2 : tidak ada kesempatan bisnis yang tersisa lagi

Banyak orang berpikir sulit untuk mulai berwirausaha sebab telah banyak pemain di usaha kecil. Sebenarnya, yang kudu kami melakukan adalah jeli melacak kesempatan untuk turut “bermain” di bidang tertentu. Sebagai contoh, peluang menjajakan telur retak untuk mencukupi keperluan gizi masyarakat yang berkesejahteraan rendah.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Telur ini dapat Anda jugal bersama harga murah. Selain untuk mendukung penduduk tersebut, Anda pun bisa senantiasa menghasilkan. Untuk memperoleh telur retak, Anda dapat mampir ke peternakan ayam petelur. Dengan singgah langsung ke sumbernya Anda bisa mendapatkan harga yang miring. Akan tetapi, telur retak yang Anda menjual itu mesti langsung dikonsumsi karena cepat busuk. Selain inspirasi usaha di atas masih banyak ulang inspirasi yang lain yang mampu kita kerjakan.

Mitos 3 : bisnis kecil kalah dengan bisnis besar dalam persaingan

Tidak selamanya usaha besar mengalahkan usaha kecil. Kalau Anda terasa kalah besar, carilah celah untuk menambahkan keistimewaan tersendiri dari bisnis Anda. Misalnya, Anda menyebabkan usaha jus buah segar di dalam kemasan gelas plastik 350 ml kala udah banyak kafe dan depot yang menjualnya.

Untuk beri tambahan nilai lebih, Anda menjualnya bersama dengan cara pesan­antar dan melengkapinya bersama informasi perihal fungsi masing­masing buah untuk kebugaran yang Anda rangkum dari buku serta artikel kesehatan. Ternyata pembeli puas gara-gara tidak mesti repot­repot terlihat membeli jus dan mendapat tambahan Info berguna.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Mitos 4 : bisnis kecil kerap gagal

Mitos ini nampak dikarenakan umumnya sesungguhnya dibutuhkan kala yang lumayan lama untuk berhasil dalam bisnis. Salah satu kunci kesuksesan di usaha kecil adalah “ketabahan” untuk bertahan di dalam masa­masa sulit. Misalnya, umumnya bisnis makanan kudu selagi lebih kurang 3-6 bulan untuk sanggup dikenal dan disukai pelanggan. Kalau kami tidak kuat menanti dan mengidamkan cepat­cepat balik modal, mampu repot.

Salah satu siasat didalam bisnis tempat tinggal makan untuk memahami apakah seorang kastemer akan menjadi pelanggan adalah bersama melihat kuantitas kunjungannya. Kalau dia singgah dua kali, dapat menjadi dia bakal jadi pelanggan. Kunjungan ke dua itu memperlihatkan bahwa dia puas bersama kunjungan pertama dan menginginkan mengulanginya. Yang mesti menjadi perhatian Anda adalah cara mengimbuhkan fasilitas dan product yang memuaskannya supaya bakal konsisten lagi ke rumah makan Anda.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Mitos 5 : aku tidak ditakdirkan dengan bakat pengusaha

Mungkin inilah mitos yang paling sering Anda dengar: “Saya tidak ada keturunan pengusaha, orangtua aku pegawai, guru, petani, atau lainnya”. Sebenarnya, terkecuali berbicara soal keturunan, kakek dan nenek moyang kita, Nabi Adam dan Hawa, adalah pengusaha. Mereka bukan karyawan gara-gara tidak bekerja pada siapa-siapa. Mereka diberi kuasa oleh Tuhan untuk mengelola tanah, tanaman, dan hewan untuk kehidupan mereka. Jadi, tidak tersedia alasan bahwa kita bukan keturunan pengusaha.

Anda yang bekerja sebagai pegawai termasuk tidak perlu meninggalkan profesi sebagai pegawai untuk menjadi pengusaha. Anda sanggup menyambi atau menyerahkan pengelolaan usaha itu ke istri, anak, atau teman.

Misalkan, Anda sudi berbisnis arang berasal dari tempurung kelapa. Tidak artinya Anda wajib menanam pohon kelapa dan memanjatnya, mengulas dan memecah batok kelapa, membawa dampak arang, dan menjualnya. Anda dapat mobilisasi usaha itu bersama mencari pengrajin arang, melacak peminatnya, entah di dalam atau luar negeri, sesudah itu melakukan tindakan sebagai mediator tanpa meninggalkan profesi sebagai pegawai. Tanpa menyebabkan tangan Anda hitam terkena arang, Anda dapat meraih keuntungan.

Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!

Mitos 6 : usaha kecil lebih berwujud bisnis otot daripada bisnis otak

Tidak semua usaha kecil mengandalkan otot. Anda mampu memanfaatkan otak untuk meraih keuntungan. Dengan menggunakan teknologi Info yang murah seperti telepon, SMS, dan e-mail, Anda mampu melacak uang, baik full time maupun part time.

Sebagai contoh, Anda dapat berjualan pulsa atau voucher isi ulang HP tanpa harus mengakses kios. Cukup bersama dengan modal HP GSM murah (asal dapat SMS), Anda bisa berjualan voucher elektronik bersama keuntungan Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per voucher. Di daerah-daerah yang masih sukar transportasi, bisnis ini cukup sanggup diandalkan untuk meraup keuntungan.

Demikian info seputar Inilah Beberapa Mitos Penghambat Berjualan yang Semestinya Dipahami!, semoga post kali ini membantu Anda. Kami berharap post ini dishare agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

  • Leave Comments