Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Di postingan ini kami akan ulas berkaitan dengan Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!. Setelah menghilangkan batasan-batasan yang menghindar cara untuk menjadi wirausaha, Anda kemungkinan menjadi lebih siap untuk terjun ke bidang usaha. Namun, tak jarang Anda mendengar hal-hal yang memudarkan keberanian Anda, mitos-mitos yang menyebabkan Anda jadi berpikir ulang.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Mitos apa sajakah itu dan seberapa besar kebenarannya?

Mitos 1 : Usaha kecil cuma beri tambahan keuntungan yang tidak berarti

Usaha kecil tidak tetap membuahkan keuntungan yang kecil juga. Hal ini bergantung berasal dari kerja kerasnya. Berikut umpama bisnis kecil yang membuahkan keuntungan bermakna yaitu:

Pedagang ikan lele dan pedagang daun pisang

Ada seorang entrepreneur berasal dari Balikpapan yang tiap saat melakukan penyebrangan. Dia mengemudikan mobil pick up bersama membawa tumpukan daun pisang dan ikan lele dalam jerigen plastik ukuran 25 liter. Pebisnis ini dapat menjajakan 50 kuncir daun pisang besar.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Beliau belanja daun pisang di Long Ikis (daerah transmigrasi) Rp 7.500 per kuncir besar, menjual di Balikpapan bersama dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per ikat. Itu bermakna beruntung kotornya 50 x Rp (Rp 7.500 – Rp 17.500).

Sedangkan untuk ikan lele yang dibeli dengan harga Rp 6.000 per kg dan dijual bersama dengan harga Rp 13.000 per kg. Bila dihitung keuntungan berasal dari keduanya sesudah dikurangi transportasi, bisa kurang lebih Rp 400.000 hingga Rp 500.000. Lumayan besar bukan!

Tukang sayur keliling

Contoh lain usaha kecil yang memberikan keuntungan artinya adalah berdagang sayur keliling di kompleks. Sang tukang sayur berangkat berasal dari tempat tinggal jam 5 atau 6 pagi ke pasar, lantas keliling kompleks perumahan menjajakan sayur sampai kira-kira jam 10. Dalam sehari, bersama dengan modal Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dia sanggup memperoleh keuntungan hingga 30% (sekitar Rp 100.000).

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Jumlah yang memadai untuk membantu kehidupan keluarganya, terbukti motor dinasnya di pagi hari, Honda Bebek, berubah menjadi Honda Tiger pas dia mengajak jalan­jalan istri dan anak­anaknya di sore hari. Luar biasa.

Jadi bisnis kecil tidak senantiasa membuahkan keuntungan yang tidak berarti.

Mitos 2 : tidak tersedia peluang usaha yang tersisa lagi

Banyak orang berpikir sulit untuk merasa berwirausaha dikarenakan telah banyak pemain di usaha kecil. Sebenarnya, yang mesti kita melaksanakan adalah jeli mencari kesempatan untuk turut “bermain” di bidang tertentu. Sebagai contoh, kesempatan menjajakan telur retak untuk memenuhi kebutuhan gizi penduduk yang berkesejahteraan rendah.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Telur ini sanggup Anda jugal bersama dengan harga murah. Selain untuk menolong masyarakat tersebut, Anda pun sanggup tetap menghasilkan. Untuk meraih telur retak, Anda mampu datang ke peternakan ayam petelur. Dengan datang langsung ke sumbernya Anda dapat beroleh harga yang miring. Akan tetapi, telur retak yang Anda jual itu wajib segera dikonsumsi karena cepat busuk. Selain ide usaha di atas masih banyak ulang ide yang lain yang mampu kita kerjakan.

Mitos 3 : bisnis kecil kalah dengan usaha besar dalam persaingan

Tidak selalu bisnis besar mengalahkan usaha kecil. Kalau Anda mulai kalah besar, carilah celah untuk beri tambahan kelebihan tersendiri dari bisnis Anda. Misalnya, Anda membuat usaha jus buah segar dalam kemasan gelas plastik 350 ml saat udah banyak kafe dan depot yang menjualnya.

Untuk menambahkan nilai lebih, Anda menjualnya dengan cara pesan­antar dan melengkapinya bersama Info mengenai faedah masing­masing buah untuk kebugaran yang Anda rangkum berasal dari buku dan juga artikel kesehatan. Ternyata konsumen senang karena tidak mesti repot­repot nampak membeli jus dan mendapat tambahan informasi berguna.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Mitos 4 : bisnis kecil sering gagal

Mitos ini muncul sebab kebanyakan sesungguhnya diperlukan pas yang cukup lama untuk sukses dalam bisnis. Salah satu kunci kesuksesan di bisnis kecil adalah “ketabahan” untuk bertahan didalam masa­masa sulit. Misalnya, kebanyakan bisnis makanan harus pas kurang lebih 3-6 bulan untuk sanggup dikenal dan disukai pelanggan. Kalau kita tidak kuat menunggu dan menginginkan cepat­cepat balik modal, dapat repot.

Salah satu trik di dalam usaha rumah makan untuk sadar apakah seorang pembeli dapat menjadi pelanggan adalah bersama menyaksikan kuantitas kunjungannya. Kalau dia berkunjung dua kali, sanggup jadi dia akan jadi pelanggan. Kunjungan ke-2 itu perlihatkan bahwa dia senang dengan kunjungan pertama dan menghendaki mengulanginya. Yang mesti jadi perhatian Anda adalah langkah memberikan sarana dan produk yang memuaskannya sehingga bakal konsisten lagi ke rumah makan Anda.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Mitos 5 : saya tidak ditakdirkan dengan bakat pengusaha

Mungkin inilah mitos yang paling kerap Anda dengar: “Saya tidak tersedia keturunan pengusaha, orangtua saya pegawai, guru, petani, atau lainnya”. Sebenarnya, terkecuali bicara soal keturunan, kakek dan nenek moyang kita, Nabi Adam dan Hawa, adalah pengusaha. Mereka bukan karyawan dikarenakan tidak bekerja pada siapa-siapa. Mereka diberi kuasa oleh Tuhan untuk mengelola tanah, tanaman, dan hewan untuk kehidupan mereka. Jadi, tidak ada alasan bahwa kami bukan keturunan pengusaha.

Anda yang bekerja sebagai pegawai termasuk tidak perlu meninggalkan profesi sebagai pegawai untuk jadi pengusaha. Anda bisa menyambi atau menyerahkan pengelolaan usaha itu ke istri, anak, atau teman.

Misalkan, Anda mau berbisnis arang dari tempurung kelapa. Tidak artinya Anda harus menanam pohon kelapa dan memanjatnya, mengulas dan memecah batok kelapa, menyebabkan arang, dan menjualnya. Anda dapat menggerakkan usaha itu bersama melacak pengrajin arang, melacak peminatnya, entah di di dalam atau luar negeri, lantas melakukan tindakan sebagai mediator tanpa meninggalkan profesi sebagai pegawai. Tanpa membawa dampak tangan Anda hitam terkena arang, Anda bisa capai keuntungan.

Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!

Mitos 6 : usaha kecil lebih berupa bisnis otot daripada usaha otak

Tidak seluruh usaha kecil mengandalkan otot. Anda bisa menggunakan otak untuk memperoleh keuntungan. Dengan manfaatkan teknologi informasi yang tidak mahal layaknya telepon, SMS, dan e-mail, Anda mampu mencari uang, baik full time maupun part time.

Sebagai contoh, Anda bisa berjualan pulsa atau voucher isikan kembali HP tanpa harus membuka kios. Cukup dengan modal HP GSM tidak mahal (asal bisa SMS), Anda dapat berjualan voucher elektronik bersama keuntungan Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per voucher. Di daerah-daerah yang tetap sukar transportasi, bisnis ini cukup dapat diandalkan untuk meraup keuntungan.

Demikian info seputar Ini Dia Enam Mitos Kewirausahaan yang Selayaknya Dipahami!, semoga artikel ini berguna buat kawan-kawan semua. Tolong postingan ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

  • Leave Comments